Saat sebuah perusahaan ingin mendapatkan sertifikat ISO, sering kali muncul pertanyaan: siapa yang menjamin bahwa sertifikat tersebut benar-benar sah dan dapat dipercaya? Di Indonesia, jawabannya berkaitan dengan peran Komite Akreditasi Nasional atau KAN.
Berbeda dari lembaga sertifikasi yang melakukan audit langsung ke perusahaan, KAN tidak terlibat dalam pemeriksaan operasional bisnis. Tugas utama KAN adalah menilai dan memberikan akreditasi kepada lembaga sertifikasi. Artinya, KAN memastikan bahwa lembaga yang mengaudit perusahaan memang memiliki kompetensi, sistem, dan auditor yang memenuhi standar internasional.
Agar lebih mudah dipahami, bayangkan KAN sebagai penjamin mutu di balik layar. Ketika sebuah perusahaan menerima sertifikat ISO, di balik sertifikat tersebut ada proses panjang yang memastikan semuanya berjalan objektif dan profesional. KAN memeriksa prosedur, sistem kerja, hingga kompetensi auditor dari lembaga sertifikasi sebelum memberikan akreditasi.
Tanpa akreditasi dari KAN, kredibilitas lembaga sertifikasi bisa diragukan. Oleh karena itu, banyak perusahaan memilih lembaga sertifikasi yang sudah terakreditasi KAN agar sertifikatnya memiliki nilai lebih di mata klien dan regulator.
Hubungan KAN dengan Pengakuan Internasional
KAN juga terhubung dengan sistem pengakuan global melalui keanggotaannya di International Accreditation Forum (IAF). Hal ini membuat sistem akreditasi di Indonesia selaras dengan praktik internasional. Dampaknya, sertifikat ISO yang diterbitkan oleh lembaga terakreditasi KAN lebih mudah diterima dalam kerja sama lintas negara.
Mengapa Ini Penting bagi Perusahaan?
Bagi perusahaan, sertifikasi ISO bukan sekadar dokumen formalitas. Sertifikat yang didukung akreditasi resmi menunjukkan komitmen terhadap standar mutu, keamanan, atau manajemen tertentu. Dengan memilih lembaga sertifikasi terakreditasi KAN, perusahaan mendapatkan jaminan bahwa proses audit dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai aturan.